BLANTERWISDOM101

ARTIKEL: Ekonomi Digital Dalam Menjawab Kondisi Ekonomi Saat Ini

Minggu, 15 November 2020

 

Ilustrasi

Membahas masalah pandemi covid-19 tidak pernah bosan bagi pengamat baik ekonomi maupun bidang lainnya. Karena kondisi ini sangat berpengaruh semua bidang. Kita mengetahui bahwa wabah ini mempengaruhi bagi perkembangan ekonomi terutama di Indonesia. Sebelum wabah ini semakin luas, pemerintah mulai menggaungkan mengenai  revolusi industri 4.0. Meskipun kita telah tertinggal dengan negara maju di dunia, dimana mereka sudah menggunakan revolusi industri 5.0. Mungkin kita lebih menggunakan peribahasa biarlah lambat asalkan selamat.

 

Sekarang, kita tidak bisa mengabaikan bahwa hampir semua kegiatan menggunakan teknologi. Salah satunya yang trend sekarang ini adalah pemakaian gadget. Dengan demikian, banyak masyarakat umum yang menggunakan smartphone sebagai fasilitas untuk mengembangkan usahanya. Tentu saja ini sangat membantu di saat pandemi ini, masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan juga masyarakat yang sedang mencari penghasilan bisa memanfaatkan smartphone sebagai fasilitas dalam usahanya.

 

Bahkan di dalam smartphone memiliki fasilitas yang lengkap. Sehingga kita bisa memanfaatkan sosial media secara bijak. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Arts Pandemi Covid-19 telah memberikan efek domino multisektoral (kesehatan, sosial, ekonomi, keuangan). Namun aktivitas ekonomi harus terus berjalan dengan tetap memperhatikan faktor kesehatan. “Pekerjaan rumahnya ialah bagaimana melakukan dua hal tersebut secara seimbang? Ekonomi digital menjadi salah satu jawabannya,” (https://aptika.kominfo.go.id/2020/09/ekonomi-digital-jadi-penopang-perekonomian-di-tengah-pandemi/)

 

Secara tidak langsung para pengusaha baik usaha kecil, menengah maupun besar beralih kepada ekonomi digital. Tentu saja, ekonomi digital mampu membuat aktivitas di dalam ekonomi menjadi lebih efisien, inovasi dan bisnis yang memiliki bisa beraneka ragam. Meskipun ini sangat mendukung di masa pandemi, namun memiliki tantangan besar dalam menghadapi ekonomi digital, antara lain :

1.      Belum semua wilayah di Indonesia memiliki kualitas internet yang memadai;

2.      Lemahnya sistem cyber security dan keamanan data diri konsumen;

3.      Minimnya talenta digital yang sesuai dengan kebutuhan industri; dan

4.      Baru 9,4 juta UMKM yang sudah go digital dari total 60 juta UMKM.

 

Melihat tantangan tersebut tentu saja akan mempengaruhi perkembangan ekonomi digital itu sendiri. Dengan demikian pemerintah perlu menyadari akan hal ini dan mencari solusi supaya ekonomi digital menjadi berkembang. Selain itu, masyarakat pun perlu tanggap dalam kondisi ini supaya mereka tidak tertinggal jauh. Dan ini akan berdampak dalam kehidupan sehari-hari, karena tidak bisa dipungkiri bahwa semua orang terlibat di dalam bersosial media. Namun, sangat disayangkan bahwa ada masyarakat di Indonesia yang menggunakan sosial media secara negatif, padahal itu semua bisa dijadikan unsur positif.

Sementara bagi produsen juga harus cerdas di dalam situasi dalam menjalankan bisnisnya. Dengan kondisi seperti ini, banyak masyarakat mengalami penghasilan yang minim dan ini juga berpengaruh bagi para produsen di dalam memproduksinya, namun tidak bisa dihindari bahwa saat mereka melakukan produksi, produk tersebut harus bisa dibeli oleh konsumen. Lalu bagaimana agar semua itu bisa terjadi? Maka produsen harus memahami apa yang menjadi kebutuhan oleh konsumen dengan menggunakan ekonomi digital. Dan para produsen harus bisa beradaptasi dengan baik di dalam perkembangan digital. Dengan terus belajar dan meningkatkan kualitasnya di dalam memahami perkembangan digital tersebut.

Tentang Penulis

Fuji Astuty – Salah seorang anggota FLP Medan Angkatan V dan juga Pengajar di salah satu Universitas swasta di Medan.


Share This :
FLP Medan

Salam kenal, ini adalah website resmi FLP Medan, sebuah organisasi kepenulisan terbesar yang berasaskan keislaman, kepenulisan, dan keorganisasian.

0 comments