Usik kenang
Oleh: Ezhu Nurmagemadov
Demi sebuah kebebasan
apa yang telah kau lakukan
Demi setitis kemerdekaan
apa yang telah kau upayakan
tidak ada kebebasan tanpa perjuangan
tidak ada perjuangan tanpa tetes peluh dan darah
debu reformasi masih menguntai sepercik kenang
Kenang-kenanglah kami dalam setiap helaan nafas
lega yang menderu membuncah,
kelak kalau genderang itu kembali di tabuh
tak cukup hanya pekik merdeka dan tetesan darah
kan tiba masanya, sejengkal tanah kau bayar dengan sungai peluh
tak ada waktu berleha-leha
waktu itu kian dekat, mari bersiap menyambut seruan cita
Pesisir utara kota, 18 Oktober 2019
Merayakan cinta
Oleh: Ezhu Nurmagemadov
setakat kata berhimpun dalam satu masa
dimana aku dan engkau menjadi kita
selaksa do'a terlantun demi kebaikan
bahtera yang akan segera berlayar.
Episode demi episode lembaran kan bergulir
manis pahit getir kan terukir
asa melengkung membahana dada
secercah harapan baru muncul
cinta butuh pembuktian
dan ketika waktu itu tiba
alangkah indahnya merayakan cinta
Aceh barat daya, awal tahun 2020
Semerbak darah syuhada
Oleh: Ezhu Nurmagemadov
Deru senapan bersahutan
Gemerincing pedang memekakkan
Genangan darah menganak sungai
Pekik takbir membahana
Sekelumit kisah terukir indah
Riuh rendah gegap gempita
Tak ada sesal hilang harta dan darah
Sebab ranumnya buah bisa dituai
Uluk salam dari pejuang
Kebebasan hakiki harus kau wujudkan
Jangan mudah terbuai rayu
Sebab lengah bisa celaka
Pesisir Kota, Agustus 2020
Tentang Penulis
Ezhu Nurmagemadov adalah nama pena dari TM Reza Fahlevi. Aktif di FLP Medan dan Liksitera atau bilik puisi sumatera. Karyanya telah dimuat di 3 buku antologi puisi Tanah Bari (2018), antologi puisi kota Binjai (2019), dan antologi puisi kota cina (2019). Karya Finalis duta Bahasa Sumut 2014 ini bisa di akses di apajake.id, dan di media massa lainnya.
Penulis bisa dihubungi di galeri instagram: @tm_reza_fahlevi
dan laman FB: Teuku Muhammad Reza Fahlevi
Share This :
0 comments